Nekad Pacaran dengan Suami Orang? Ini Resikonya

Resiko pacaran dengan pria beristri. Ada pepatah aneh yang mengatakan ‘selingkuh itu indah’. Saya yakin, ide ini muncul dari orang-orang yang memang hobinya mengincar pasangan orang lain.

Pacaran dengan pria beristri dianggap hal yang tabu, kurang ajar, ngga tau diuntung, dan bermacam sumpah serapah yang bikin kuping panas. Tapi anehnya, masih banyak perempuan yang secara sadar melibatkan diri dalam lingkaran itu.

Resiko Pacaran dengan Suami Orang

Mereka punya anggapan, menjalin cinta dengan suami orang punya ‘greget’ tersendiri. Ada tantangan yang bisa memacu adrenalin, sehingga hubungan asmara jadi lebih unik dan asyik.

Baik pria atau pun wanita, keduanya merasakan sensasi yang sama. Tak peduli siapa yang memulai.

Memang tak dipungkiri, kemajuan teknologi informasi yang mengusung platform media social memudahkan siapa saja untuk bersosialisasi. Perubahan ini sedikit banyak telah membuka celah bagi orang untuk berbuat ‘nakal’.

Kuatnya benteng iman ditambah ikatan tradisi yang kuat, kadang masih tak mampu membendung hadirnya sebuah perselingkuhan. Banyak kaum hawa yang nekad melawan arus demi mencari kesenangan cinta dengan suami orang. Mereka tidak menyadari resiko yang bakal dihadapi.

Similar pos : 6 Tips Pacaran Jarak Jauh agar Awet sampai Nikah

Resiko Pacaran dengan Pria Beristri


Akan saya beberkan kepada Anda apa saja resiko jika pacaran dengan pria beristri. Mari disimak jeng biar ngga kebablasan…

1. Hubungan Anda tanpa ‘tali pengikat’


Kencan dengan pria yang sudah menikah secara harfiah ibarat jalan satu arah. Anda dimanja, diperhatikan, diberi cinta dan kasih sayang, tapi tanpa ikatan yang sah.

Apapun yang sifatnya illegal, akan membuat hati merasa tak nyaman. Anda akan sering bermain kucing-kucingan. Menghindari segala hal yang berpotensi mengundang resiko terbongkarnya hubungan gelap Anda.

Ini bisa menimbulkan paranoid. Upaya untuk melindungi hubungan yang seharusnya tak perlu Anda pertahankan, akan terus terjadi berulang-ulang.

2. Cemburu Anda bertepuk sebelah tangan


Rasa cemburu lebih banyak didominasi oleh kaum wanita. Tak terkecuali mereka yang sedang selingkuh dengan suami orang.

Tapi maaf, cemburu Anda salah sasaran dan bukan pada tempatnya. Bahkan Anda tak berhak untuk cemburu. Posisi Anda justru akan melemahkan kecemburuan Anda, apapun alasannya.

Percaya atau tidak, kecemburuan yang bertepuk sebelah tangan akan selalu menghantui hubungan Anda. Dan itu sungguh terasa menyiksa. Mau sampai kapan?

3. Anda bukan prioritas utama


Menjalani perselingkuhan dengan suami orang, Anda ibarat pemain cadangan. Dipakai saat dibutuhkan, tapi tidak diprioritaskan.

Sebaik apapun pelayanan yang Anda berikan, tetap saja status Anda hanyalah pemain figuran. Anda tak akan menjadi ratu di hati dan kehidupannya. Meski materi tercukupi dan fasilitas tersedia, tapi itu tidak mutlak Anda miliki.

Kehadiran Anda hanya dianggap sebagai pelengkap. Karena saat pasangan Anda dihadapkan pada sebuah pilihan, saya pastikan Anda yang akan tereliminasi.

Saat semua telah berakhir, apa yang telah Anda dapatkan selama ini bisa dengan mudah ditarik kembali oleh pasangan Anda.

4. Silent Night  setiap Malam


Pacaran dengan suami orang berarti Anda harus siap kesepian hampir setiap malam. Karena faktanya, pacar Anda lebih menomorsatukan keluarganya dibanding bersama Anda.

Mau nggak mau Anda harus bisa membiasakan diri tanpa kekasih saat malam menjelang karena pria pacar Anda itu masih memiliki tanggung jawab terhadap istri dan anaknya.

Suka atau tidak, inilah resiko paling berat yang harus Anda hadapi. Saat Anda ingin mengulang keindahan di malam sebelumnya, harapan itu mungkin akan sulit Anda realisasikan. Pelukan sayang kekasih Anda sedang dinikmati oleh orang yang lebih berhak. 

5. Kredibilitas sosial Anda terancam


Serapat apapun kebusukan affair Anda simpan, suatu saat pasti akan tercium oleh orang sekitar Anda. Pelan tapi pasti, beritanya akan menyebar hingga jadi bahan gunjingan di lingkungan Anda tinggal.

Jika sudah begini, efeknya akan mencemarkan nama baik Anda. Kredibilitas social Anda terancam. Ingat, sanksi social lebih kejam eksekusinya. Kemanapun Anda melangkah, cibiran dan gunjingan negative akan selalu Anda dengar.

Sekali tercoreng di masyarakat, reputasi Anda akan sulit untuk dipulihkan kembali. Bukan hanya Anda yang dirugikan, keluarga pun akan terkena imbasnya. Anda yang makan buahnya, tapi mereka ikut merasakan getahnya.

6. Tak ada yang bisa Anda banggakan


Terlibat dengan pria beristri, akan banyak yang harus Anda sembunyikan. Semua aktivitas dilakukan dengan serba hati-hati. Tak ada yang bisa dipamerkan apalagi dibanggakan.

Saat teman-teman Anda menggandeng pasangan mereka menuju ke sebuah resepsi lalu pamer kemesraan di depan Anda, beranikah Anda melakukan hal serupa? Saya rasa tidak.

Meskipun Anda paksakan, saya yakin percaya diri Anda tak akan seratus persen. Anda akan merasa menjadi satu-satunya orang yang membawa pasangan illegal. Dalam jangka panjang, ini bisa mempengaruhi kondisi mental Anda.

Apalagi jika ada salah satu teman yang menanyakan ini itu soal pasangan Anda, bisa dipastikan Anda akan bungkam dan tetap menutup rapat privasi hubungan Anda itu.

Ini Kesimpulan


Berkencan dengan pria yang sudah menikah adalah urusan yang cukup berat, sebab tak akan ada titik temunya.

Sebelum terlibat lebih jauh, ada beberapa alasan mengapa Anda harus mempertimbangkan antara pendapat yang pro dan kontra.

Pikirkan perasaan wanita dari pasangan yang Anda kencani itu. Bagaimana jika hati mereka terluka. Lalu bayangkan jika Anda dalam posisi yang sama. Rasanya, tak ada wanita yang senang menghadapi situasi seperti ini.

Sering sendirian setiap malam, tidak bisa menghubungi pacar Anda saat Anda butuh dia, tidak menjadi prioritas dalam hidupnya, dan tidak bisa pamer kemesraan ke teman atau kolega - bukanlah sesuatu yang bisa dianggap enteng.

Seorang wanita yang ingin masuk dalam kehidupan seperti ini, harus siap menanggung konsekuensi. Makanya jeng, silahkan dipikir-pikir dulu…

Semoga bisa jadi bahan renungan buat Anda. Sampai jumpa. Salam cantik.

0 komentar

mau komen? klik aja!

 

cari artikel